Kamis, 18 Oktober 2018
Selasa, 28 November 2017
Sistem Informasi Psikologi
Tugas Softskill III
4PA15
Nama Kelompok :
- Asri Sonya P (11514749)
- Gita Regina (14514588)
- Michellin Hanada F (16514638)
- Nandya Puspa A (17514815)
System
Development
“Sistem informasi bimbingan belajar”
Investigation :
-
Tujuan pembuatan sistem
· Untuk
menambah wawasan terhadap pelajaran yang tidak dimengerti
· Agar
para pelajar bisa menanyakan materi apa yang susah
· Membuat
tugas sekolah dan mempersiapkan diri dalam ulangan dan ujian
· Memilih
suatu bidang studi yang sesuai dengan bakat, minat dan cita-cita
· Mempelajari
metode atau cara yang cepat untuk menjawab soal-soal
Analysis :
-
Kapan sistem digunakan:
· Sistem
ini dibuat dan digunakan pada saat siswa mengalami kesulitan dalam belajar,
ingin mempelajari cara atau metode yang cepat untuk menjawab soal ulangan dan
ujian serta jika siswa tidak ada waktu untuk belajar secara langsung.
-
Kelebihan sistem:
· Menghemat
waktu, karena siswa tidak perlu datang ke tempat bimbingan secara langsung.
· Ekonomis,
karena siswa tidak perlu mengeluarkan biaya dengan mahal, cukup dengan memakai
internet saja.
· Praktis,
karena siswa bisa menggunakan kapan saja dan dimana saja.
-
Kekurangan sistem
· Program
bisa saja terjadi error karena banyak orang yang akses.
Desain :
1.
Pertama, buka terlebih
dahulu webnya yaitu di www.bimbinganbelajar.com
2.
Selanjutnya masuk ke
dalam web, lalu pilih sign up untuk registrasi diri anda
3.
Setelah registrasi, ada
kolom home, profile, study, video, contact. Jika anda ingin menanyakan atau
membuat tugas sekolah pilih study dan pilih mata pelajaran yang ingin
ditanyakan atau membuat tugas sekolah.
4.
Selanjutnya jika sudah
selesai maka akan dibalas 5 menit setelah anda mengajukan
pertanyaan-pertanyaan.
5.
Di kolom video,
terdapat video bagaimana caranya untuk mengetahui cara cepat dalam menjawab
soal.
6.
Jika sudah selesai,
klik close untuk keluar dari web tersebut.
Implementation:
|
Raw Input
|
Instrumental Input
|
Environmental Input
|
Proses
atau Perantara Output
|
Output
|
|
Siswa
|
Program web, guru online, tahapan menjalankan
aplikasi serta sarana yang dipakai
|
Tujuan sistem
|
Data yang di proses oleh guru online melalui
perantara sistem
|
Bisa memahami pelajaran yang sulit, mengetahui
metode yang cepat untuk mejawab soal, serta bisa membuat tugas sekolah
|
Kamis, 02 November 2017
Sistem Informasi Psikologi
Tugas Softkill II
4PA15
Nama Kelompok :
- Asri Sonya P (11514749)
- Gita Regina (14514588)
- Michellin Hanada F (16514638)
- Nandya Puspa A (17514815)
System
|
Element
|
Goal
| ||
Input
|
Processing element
|
Outputs
| ||
RMIB
| Terdiri dari identitas testee berupa nama, usia, jenis kelamin, tanggal lahir, dan tanggal pengerjaan tes | Administrasi RMIB; kertas, pensil HB. Jumlah kotak pekerjaan terdapat 9 kotak. Masing-masing dari kotak tersebut terdapat 12 macam pekerjaan. | Setelah selesai, bisa langsung dimasukan ke tebel skoring. Dimana ketika memasukan angka di tabel skoring mulai dari bintang yang tertera pada tabel skoring. selah itu di jumlahkan kesamping. lalu dijumlahkan secara keseluruhan dengan total 702. tahap terakhir diberikan rangking mulai dari angka yang paling kecil. | Bisa mengetahui lebih mengarah kemana pilihan pekerjaan yang paling cocok. |
Sistem Informasi Psikologi
Tugas Softskill I
4PA15
Nama Kelompok :
- Asri Sonya P(11514749)
- Gita Regina (14514588)
- Michellin Hanada F (16514638)
- Nandya Puspa A (17514815)
Sistem informasi psikologi adalah sebuah sistem yang digunakan untuk mendapatkan informasi- informasi yang berhubungan dengan psikologis. Penggunaan sistem informasi dalam psikologi digunakan karena banyak hal dalam dunia psikologi yang masih bisa dikelola dengan sentuhan komputer.
Sistem informasi psikologi adalah suatu bidang yang mempelajari tentang hubungan antara ilmu psikologi dalam kaitannya dengan penggunaan komputer dan aplikasinya dalam bidang psikologi.
Sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang terdapat kombinasi dari manusia dan teknologi untuk mengolah data mengenai perilaku manusia sehingga menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu.
Dari definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah suatu bidang ilmu yang mempelajari hubungan ilmu psikologi dengan penggunaan komputer untuk mendapatkan informasi- informasi serta mengolah data mengenai perilaku manusia yang berkaitan dengan psikologi.
Contoh- contoh penggunaan sistem informasi yang digunakan dalam psikologi adalah tes psikologi secara virtual, seperti tes Papikostik. Perusahaan yang menyediakan software tentang tes psikologi agar penyeleksian karyawan cepat dan efisien.
Referensi:
Sabtu, 22 April 2017
PSIKOTERAPI pert 2
TUGAS
NAMA: MICHELLIN HANADA
KELAS: 3PA15
NPM : 16514638
Logoterapi Frankl
- Konsep Dasar Pandangan Frankl Tentang Perilaku Kepribadian
1 Pandangan
Frankl tentang kesehatan psikologis menekankan pentingnya kemauan akan arti.
Tentu saja ini merupakan kerangka, di dalamnya segala sesuatu yang lain diatur.
Frankl berpendapat manusia harus dapat
menemukan makna hidupnya sendiri dan setelah menemukan lalu mencoba untuk
memenuhinya. Bagi Frankl setiap kehidupan mempunyai makna, dan kehidupan itu
adalah suatu tugas yang harus dijalani. Mencari makna dalam hidup inilah
prinsip utama teori Frankl Logoterapi. Logoterapi memiliki tiga konsep dasar,
yakni
a. Kebebasan
berkehendak (Freedom of Will)
Dalam pandangan logoterapi, manusia
adalah mahluk yang istimewa karena mempunyai kebebasan. Kebebasan yang dimaksud
dalam freedom of will seperti:
a) Kebebasan
yang bertanggungjawab.
b) Kebebasan
untuk mengambil sikap (freedom to take a stand) atas kondisi- kondisi tersebut.
c) Kebebasan
untuk menentukan sendiri apa yang dianggap penting dalam hidupnya.
b. Kehendak
Hidup Bermakna (The Will to Meaning)
Konsep keinginan kepada makna (the
will to meaning) inilah menjadi motivasi utama kepribadian manusia (Frankl,
1977). Dalam psikoanalisa memandang manusia adalah pencari kesenangan.
Pandangan psikologi individual bahwa manusia adalah pencari kekuasaan. Menurut
logoterapi bahwa kesenangan merupakan efek dari pemenuhan makna, sedangkan
kekuasaan merupakan prasyarat bagi pemenuhan makna. Mengenal makna, menurut
Frankl bersifat menarik dan menawari bukannya mendorong. Karena sifatnya
menarik maka individu termotivasi untuk memenuhinya. Agar individu menjadi
individu yang bermakna, maka melakukan berbagai kegiatan yang syarat dengan
makna.
c. Makna
Hidup (The Meaning Of Life)
Makna yaitu suatu hal yang didapat
dari pengalaman hidupnya baik dalam keadaan senang maupun dalam penderitaan.
Makna hidup dianggap identik dengan tujuan hidup. Makna hidup bisa berbeda
antara satu dengan yang lainya dan berbeda setiap hari, bahkan setiap jam.
Karena itu, yang penting secara umum bukan makna hidup, melainkan makna khusus
dari hidup pada suatu saat tertentu. Setiap individu memiliki pekerjaan dan
misi untuk menyelesaikan tugas khusus. Dalam kaitan dengan tugas tersebut dia
tidak bisa digantikan dan hidupnya tidak bisa diulang. Karena itu, manusia
memiliki tugas yang unik dan kesempatan unik untuk menyelesaikan tugasnya
(Frankl, 2004).
PSIKOTERAPI pert 2
TULISAN
NAMA : MICHELLIN HANADA
KELAS: 3PA15
NPM : 16514638
Janet tumbuh dan dibesarkan oleh
seorang ibu yang merupakan pecandu alcohol dan sering kali melakukan penyiksaan
terhadap Janet baik secara fisik maupun verbal. Sejak kecil, Janet menganggap
bahwa perilaku ibunya disebabkan karena dirinya sangat tidak berharga hingga
layak diperlakukan seperti itu. Saat ini Janet telah berusia 20 tahun dan ia
tetap berharap bahwa dirinya tidak akan dapat diterima oleh lingkungan. Dia
selalu berfikir bahwa orang lain tidak akan menyukai dirinya, bahwa orang lain
akan melihat dirinya sebagai pecundang dan dia tidak mungkin dapat melawan
hal-hal itu. Apabila seorang penjual koran tidak tersenyum pada dirinya, maka
secara otomatis Janet akan berpikir bahwa hal tersebut disebabkan karena
dirinya tidak berharga dan tidak disukai oleh orang lain. Setelah itu, dia akan
merasa sangat sedih. Bahkan ketika Janet mendapatkan respon yang positif dari
teman-temannya, ia tidak pernah mempedulikan itu. Janet lebih terfokus pada
pemikirannya sendiri. Oleh karena itu dia hanya memilki sedikit teman dan tidak
ada satupun yang dekat dengan dirinya. Dengan terapi kelompok klien mendapat
kesempatan untuk belajar cara berinteraksi sosial atau bersosialisasi, yaitu
memperkenalkan diri pada anggota kelompok, cara berkenalan dengan orang lain,
bercakap-cakap dengan orang lain, dan melakukan kegiatan sehari-hari. Dengan
melakukan kegiatan-kegiatan tersebut klien dilatih untuk tidak menarik diri
ataupun menghindar dan klien akan mampu melakukan interaksi dengan orang lain.
Rabu, 08 Maret 2017
Psikoterapi
TULISAN
Contoh
kasus :
Seorang wanita, berusia sekitar 25 tahun dan
memiliki seorang putri dikeluhkan oleh suaminya. Suaminya mengeluh karena
istrinya sulit sekali mempercayai dirinya. Memang gejala ini sudah tampak sejak
mereka berpacaran, namun semakin meningkat intensitasnya setelah mereka
menikah. Apalagi setelah suaminya sering bepergian dinas ke luar kota. Apabila
suaminya terlambat pulang dari kantor, maka istrinya akan langsung menuduh
bahwa suaminya selingkuh dan memiliki wanita lain. Pernah pula istrinya curiga
bahwa suaminya telah menikah dengan wanita lain. Keluarganya dan keluarga suami
sudah berulang kali meyakinkan bahwa suaminya selama ini tetap setia, namun
sulit sekali untuk diterima oleh sang istri. Tetangga sekitar rumah pun
kadangkala dicurigai oleh sang istri, sampai-sampai kadangkala suami tidak
berani bartegur sapa dengan para tetangga.
Teknik yang dapat dilakukan adalah menggunakan
terapi psikoanalisis yaitu asosiasi bebas. Dalam teknik asosiasi bebas, klien
diminta untuk membersihkan pikirannya dari pemikiran- pemikiran sehari- hari
atau masalah yang sedang dihadapi. Klien diminta untuk mengatakan kata pertama
yang melintas di dalam pikirannya tanpa ada yang disembunyikan setelah terapis
menyebutkan sebuah kata. Dalam asosiasi bebas, untuk meminimalisir gangguan
dari luar maka posisi klien akan diminta untuk berbaring dan terapis akan
berada di belakang klien agar klien tidak teralih pikirannya dan selama proses
berlangsung, terapis tidak diperbolehkan untuk memotong pembicaraan klien.
Asosiasi bebas dilakukan untuk menggali pengalaman- pengalaman masa lalu dan
melepas emosi- emosi yang berkaitan dengan situasi- situasi traumatik masa
lalu.
Referensi:
Langganan:
Postingan (Atom)
