Selasa, 28 November 2017

Sistem Informasi Psikologi

Tugas Softskill III

4PA15

Nama Kelompok :
  1. Asri Sonya P (11514749)
  2. Gita Regina (14514588)
  3. Michellin Hanada F (16514638)
  4. Nandya Puspa A (17514815)

System Development
“Sistem informasi bimbingan belajar”
Investigation   :
-          Tujuan pembuatan sistem
·      Untuk menambah wawasan terhadap pelajaran yang tidak dimengerti
·      Agar para pelajar bisa menanyakan materi apa yang susah
·      Membuat tugas sekolah dan mempersiapkan diri dalam ulangan dan ujian
·      Memilih suatu bidang studi yang sesuai dengan bakat, minat dan cita-cita
·      Mempelajari metode atau cara yang cepat untuk menjawab soal-soal

Analysis          :
-          Kapan sistem digunakan:
·      Sistem ini dibuat dan digunakan pada saat siswa mengalami kesulitan dalam belajar, ingin mempelajari cara atau metode yang cepat untuk menjawab soal ulangan dan ujian serta jika siswa tidak ada waktu untuk belajar secara langsung.
-          Kelebihan sistem:
·      Menghemat waktu, karena siswa tidak perlu datang ke tempat bimbingan secara langsung.
·      Ekonomis, karena siswa tidak perlu mengeluarkan biaya dengan mahal, cukup dengan memakai internet saja.
·      Praktis, karena siswa bisa menggunakan kapan saja dan dimana saja.
-          Kekurangan sistem
·      Program bisa saja terjadi error karena banyak orang yang akses.

Desain             :
1.        Pertama, buka terlebih dahulu webnya yaitu di www.bimbinganbelajar.com
2.        Selanjutnya masuk ke dalam web, lalu pilih sign up untuk registrasi diri anda
3.        Setelah registrasi, ada kolom home, profile, study, video,  contact. Jika anda ingin menanyakan atau membuat tugas sekolah pilih study dan pilih mata pelajaran yang ingin ditanyakan atau membuat tugas sekolah.
4.        Selanjutnya jika sudah selesai maka akan dibalas 5 menit setelah anda mengajukan pertanyaan-pertanyaan.
5.        Di kolom video, terdapat video bagaimana caranya untuk mengetahui cara cepat dalam menjawab soal.
6.        Jika sudah selesai, klik close untuk keluar dari web tersebut.

Implementation:
Raw Input
Instrumental Input
Environmental Input
Proses atau Perantara Output
Output
Siswa
Program web, guru online, tahapan menjalankan aplikasi serta sarana yang dipakai
Tujuan sistem
Data yang di proses oleh guru online melalui perantara sistem
Bisa memahami pelajaran yang sulit, mengetahui metode yang cepat untuk mejawab soal, serta bisa membuat tugas sekolah


Kamis, 02 November 2017

Sistem Informasi Psikologi

Tugas Softkill II
4PA15
Nama Kelompok :
  1. Asri Sonya P (11514749)
  2. Gita Regina (14514588)
  3. Michellin Hanada F (16514638)
  4. Nandya Puspa A (17514815)

System
Element
Goal
Input
Processing element
Outputs
RMIB
Terdiri dari identitas testee berupa nama, usia, jenis kelamin, tanggal lahir, dan tanggal pengerjaan tesAdministrasi RMIB; kertas, pensil HB. Jumlah kotak pekerjaan terdapat 9 kotak. Masing-masing dari kotak tersebut terdapat 12 macam pekerjaan.Setelah selesai, bisa langsung dimasukan ke tebel skoring. Dimana ketika memasukan angka di tabel skoring mulai dari bintang yang tertera pada tabel skoring. selah itu di jumlahkan kesamping. lalu dijumlahkan secara keseluruhan dengan total 702. tahap terakhir diberikan rangking mulai dari angka yang paling kecil.Bisa mengetahui lebih mengarah kemana pilihan pekerjaan yang paling cocok.

Sistem Informasi Psikologi

Tugas Softskill I
4PA15
Nama Kelompok :
  1. Asri Sonya P(11514749)
  2. Gita Regina (14514588)
  3. Michellin Hanada F (16514638)
  4. Nandya Puspa A  (17514815)

        Sistem informasi psikologi adalah sebuah sistem yang digunakan untuk mendapatkan informasi- informasi yang berhubungan dengan psikologis. Penggunaan sistem informasi dalam psikologi digunakan karena banyak hal dalam dunia psikologi yang masih bisa dikelola dengan sentuhan komputer.
        Sistem informasi psikologi adalah suatu bidang yang mempelajari tentang hubungan antara ilmu psikologi dalam kaitannya dengan penggunaan komputer dan aplikasinya dalam bidang psikologi.
        Sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang terdapat kombinasi dari manusia dan teknologi untuk mengolah data mengenai perilaku manusia sehingga menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu.
         Dari definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah suatu bidang ilmu yang mempelajari hubungan ilmu psikologi dengan penggunaan komputer untuk mendapatkan informasi- informasi serta mengolah data mengenai perilaku manusia yang berkaitan dengan psikologi.
        Contoh- contoh penggunaan sistem informasi yang digunakan dalam psikologi adalah tes psikologi secara virtual, seperti tes Papikostik. Perusahaan yang menyediakan software tentang tes psikologi agar penyeleksian karyawan cepat dan efisien.

Referensi:

Sabtu, 22 April 2017

PSIKOTERAPI pert 2

TUGAS

NAMA: MICHELLIN HANADA
KELAS: 3PA15
NPM    : 16514638


Logoterapi Frankl
  1. Konsep Dasar Pandangan Frankl Tentang Perilaku Kepribadian

1    Pandangan Frankl tentang kesehatan psikologis menekankan pentingnya kemauan akan arti. Tentu saja ini merupakan kerangka, di dalamnya segala sesuatu yang lain diatur. Frankl berpendapat  manusia harus dapat menemukan makna hidupnya sendiri dan setelah menemukan lalu mencoba untuk memenuhinya. Bagi Frankl setiap kehidupan mempunyai makna, dan kehidupan itu adalah suatu tugas yang harus dijalani. Mencari makna dalam hidup inilah prinsip utama teori Frankl Logoterapi. Logoterapi memiliki tiga konsep dasar, yakni
a.       Kebebasan berkehendak (Freedom of Will)
Dalam pandangan logoterapi, manusia adalah mahluk yang istimewa karena mempunyai kebebasan. Kebebasan yang dimaksud dalam freedom of will seperti:
a)      Kebebasan yang bertanggungjawab.
b)      Kebebasan untuk mengambil sikap (freedom to take a stand) atas kondisi-  kondisi tersebut.
c)      Kebebasan untuk menentukan sendiri apa yang dianggap penting dalam hidupnya.
b.      Kehendak Hidup Bermakna (The Will to Meaning)
Konsep keinginan kepada makna (the will to meaning) inilah menjadi motivasi utama kepribadian manusia (Frankl, 1977). Dalam psikoanalisa memandang manusia adalah pencari kesenangan. Pandangan psikologi individual bahwa manusia adalah pencari kekuasaan. Menurut logoterapi bahwa kesenangan merupakan efek dari pemenuhan makna, sedangkan kekuasaan merupakan prasyarat bagi pemenuhan makna. Mengenal makna, menurut Frankl bersifat menarik dan menawari bukannya mendorong. Karena sifatnya menarik maka individu termotivasi untuk memenuhinya. Agar individu menjadi individu yang bermakna, maka melakukan berbagai kegiatan yang syarat dengan makna.
c.       Makna Hidup (The Meaning Of Life)
Makna yaitu suatu hal yang didapat dari pengalaman hidupnya baik dalam keadaan senang maupun dalam penderitaan. Makna hidup dianggap identik dengan tujuan hidup. Makna hidup bisa berbeda antara satu dengan yang lainya dan berbeda setiap hari, bahkan setiap jam. Karena itu, yang penting secara umum bukan makna hidup, melainkan makna khusus dari hidup pada suatu saat tertentu. Setiap individu memiliki pekerjaan dan misi untuk menyelesaikan tugas khusus. Dalam kaitan dengan tugas tersebut dia tidak bisa digantikan dan hidupnya tidak bisa diulang. Karena itu, manusia memiliki tugas yang unik dan kesempatan unik untuk menyelesaikan tugasnya (Frankl, 2004).

PSIKOTERAPI pert 2

TULISAN

NAMA : MICHELLIN HANADA
KELAS: 3PA15
NPM    : 16514638

Janet tumbuh dan dibesarkan oleh seorang ibu yang merupakan pecandu alcohol dan sering kali melakukan penyiksaan terhadap Janet baik secara fisik maupun verbal. Sejak kecil, Janet menganggap bahwa perilaku ibunya disebabkan karena dirinya sangat tidak berharga hingga layak diperlakukan seperti itu. Saat ini Janet telah berusia 20 tahun dan ia tetap berharap bahwa dirinya tidak akan dapat diterima oleh lingkungan. Dia selalu berfikir bahwa orang lain tidak akan menyukai dirinya, bahwa orang lain akan melihat dirinya sebagai pecundang dan dia tidak mungkin dapat melawan hal-hal itu. Apabila seorang penjual koran tidak tersenyum pada dirinya, maka secara otomatis Janet akan berpikir bahwa hal tersebut disebabkan karena dirinya tidak berharga dan tidak disukai oleh orang lain. Setelah itu, dia akan merasa sangat sedih. Bahkan ketika Janet mendapatkan respon yang positif dari teman-temannya, ia tidak pernah mempedulikan itu. Janet lebih terfokus pada pemikirannya sendiri. Oleh karena itu dia hanya memilki sedikit teman dan tidak ada satupun yang dekat dengan dirinya. Dengan terapi kelompok klien mendapat kesempatan untuk belajar cara berinteraksi sosial atau bersosialisasi, yaitu memperkenalkan diri pada anggota kelompok, cara berkenalan dengan orang lain, bercakap-cakap dengan orang lain, dan melakukan kegiatan sehari-hari. Dengan melakukan kegiatan-kegiatan tersebut klien dilatih untuk tidak menarik diri ataupun menghindar dan klien akan mampu melakukan interaksi dengan orang lain.

Rabu, 08 Maret 2017

Psikoterapi

TULISAN
    Contoh kasus :
Seorang wanita, berusia sekitar 25 tahun dan memiliki seorang putri dikeluhkan oleh suaminya. Suaminya mengeluh karena istrinya sulit sekali mempercayai dirinya. Memang gejala ini sudah tampak sejak mereka berpacaran, namun semakin meningkat intensitasnya setelah mereka menikah. Apalagi setelah suaminya sering bepergian dinas ke luar kota. Apabila suaminya terlambat pulang dari kantor, maka istrinya akan langsung menuduh bahwa suaminya selingkuh dan memiliki wanita lain. Pernah pula istrinya curiga bahwa suaminya telah menikah dengan wanita lain. Keluarganya dan keluarga suami sudah berulang kali meyakinkan bahwa suaminya selama ini tetap setia, namun sulit sekali untuk diterima oleh sang istri. Tetangga sekitar rumah pun kadangkala dicurigai oleh sang istri, sampai-sampai kadangkala suami tidak berani bartegur sapa dengan para tetangga.


Teknik yang dapat dilakukan adalah menggunakan terapi psikoanalisis yaitu asosiasi bebas. Dalam teknik asosiasi bebas, klien diminta untuk membersihkan pikirannya dari pemikiran- pemikiran sehari- hari atau masalah yang sedang dihadapi. Klien diminta untuk mengatakan kata pertama yang melintas di dalam pikirannya tanpa ada yang disembunyikan setelah terapis menyebutkan sebuah kata. Dalam asosiasi bebas, untuk meminimalisir gangguan dari luar maka posisi klien akan diminta untuk berbaring dan terapis akan berada di belakang klien agar klien tidak teralih pikirannya dan selama proses berlangsung, terapis tidak diperbolehkan untuk memotong pembicaraan klien. Asosiasi bebas dilakukan untuk menggali pengalaman- pengalaman masa lalu dan melepas emosi- emosi yang berkaitan dengan situasi- situasi traumatik masa lalu.

Referensi:
 

Michell Hanada Template by Ipietoon Cute Blog Design